Langsung ke konten utama

DASAR-DASAR PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR






MAKALAH PENGANTAR PENDIDIKAN
 “DASAR-DASAR PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR”

Dosen Pengampu : Septi Fitri Meilana, M.Pd




Disusun Oleh
Nama Kelompok II :
                                         1. Rizky Kurnia Rajib
                                      2. Galuh Maheswari
     3. Miftahul Jannah

Prodi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Kelas : 1G


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF DR. HAMKA
JAKARTA
2017
 


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “Dasar-Dasar Pembelajaran Di Sekolah” dengan lancar.

Dalam pembuatan makalah ini, Penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak yang telah banyak membantu sehingga pembuatan makalah ini dapat berjalan lancar. Dan kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Septi Fitri Meilana, M.Pd yang telah memberi kesempatan dan memfasilitasi kepada kami sehingga makalah ini bisa selesai dengan lancar. Teman-teman yang telah memberikan bantuan  do’anya, sehingga pembuatan makalah ini dapat terselesaikan.

Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis penyusun pada khususnya, kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu kami  menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terimakasih.


Jakarta, 15 Oktober 2017

   KELOMPOK 2

    Tim Penyusun



DAFTAR ISI

JUDUL ……………………………………………..……………………….…... 1
KATA PENGANTAR............................................................................................2
DAFTAR ISI...........................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah..............................................................................................4
1.3 Tujuan Penulisan ...............................................................................................5
1.4 Manfaat Penulisan .............................................................................................5
BAB II ISI
2.1 Hakikat Proses Pembelajaran .........................................................................6-9
2.2 Aspek-Aspek Serta Arah Perkembangan....................................................10-11
2.3 Pendekatan Pembelajaran...........................................................................12-15
BAB III  PENUTUP
3.1 Kesimpulan......................................................................................…….........16
3.2 Saran ................................................................................................................17
LAMPIRAN .........................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................19












BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sejak adanya manusia di muka bumi ini dengan peradabannya maka sejak itu pula pada hakikatnya telah ada kegiatan pendidikan dan pengajaran. Berbeda dengan masa sekarang, dimana pendidikan pengajaran itu diselenggarakan di sekolah pada masa lampau kegiatan dilaksanakan di dalam kelompok-kelompok masyarakat, yang dewasa ini kita disebut dengan istilah pendidikan informal.
Sekolah adalah sesuatu lembaga yang memberikan pengajaran kepada murid-muridnya. Lembaga pendidikan ini memberikan pengajaran secara formal. Berbeda halnya dengan keluarga dan masyarakat yang memberikan pendidikan secara informal.
Menurut pengertian umum, sekolah adalah tempat mengajar dan belajar (school is building or institutional for teaching and learning). Ditilik dari perumusan tersebut maka pada dasarnya sekolah bukan saja disediakan untuk anak-anak tetapi juga meliputi lembaga pendidikan yang disediakan untuk orang dewasa, seperti : kursus-kursus, pusat pendidikan keterampilan, lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan memberikan pengajaran, seperti penataran untuk penyuluhan perumahan rakyat, penalaran para lurah dan pejabat pemerintahan.
Sejak dahulu kala, para ahli filsafat telah mencoba memberikan batasan tentang apa yang dimaksud dengan ilmu. Masing-masing ahli berlainan pendapatnya. Hanya satu prinsip yang bisa dianggap sama, yaitu bahwa setiap ilmu adalah pengetahuan manusia tentang jagad raya ini.
Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan.
Pengalaman diperoleh berkat interaksi antara individu dengan lingkungan. Pengalaman adalah sebagai sumber pengetahuan dan keterampilan, bersifat pendidikan, yang merupakan satu kesatuan di sekitar tujuan murid, pengalaman pendidikan bersifat kontinu dan interaktif, membantu integrasi pribadi murid pada garis besarnya pengalaman itu terbagi menjadi dua, yaitu pengalaman pribadi dan pengalaman bangsa.

1.2  Rumusan Masalah
Agar lebih memperjelas tentang dasar-dasar pembelajaran disekolah. Maka penyusun merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apa hakikat proses pembelajaran ?
2.      Apa aspek-aspek agar pembelajaran berkembang?
3.      Apa pendekatan dalam proses pembelajaran?

1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini sebagai berikut :
1.      Untuk memenuhi tugas kelompok Pengantar Pendidikan
2.      Untuk mengetahui hakikat pembelajaran dan menambah wawasan pengetahuan
3.      Untuk menambah pengetahuan tentang dasar-dasar pembelajaran di sekolah.

1.4  Manfaat Penulisan
2.        Mengetahui hakikat pembelajaran
3.        Mengetahui aspek-aspek pembelajaran
4.        Mengetahui pendekatan-pendekatan dalam proses pembelajaran


BAB II
ISI

2.1  HAKIKAT PROSES PEMBELAJARAN
Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Dimyati dan Mudjiono (2009:9) Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar . Proses pembelajaran merupakan implementasi (penerapan) kurikulum sebagai salah satu unsur (komponen) dari system pembelajaran (instruksional). adapun komponen yang mencakup pembelajaran sebagai system :
1)   Input (masukan) berupa:
a.     guru  (pendidik, pembelajar)
b.    siswa (si terdidik, peserta didik, pebelajar, murid)
c.     materi (bahan pengajaran)
d.    metode
e.     media
2)      Proses pembelajaran (proses mengajar-belajar, teaching-learning)
3)      Out-put (keluaran, hasil), yaitu manusia “dewasa” (terdidik, berpendidikan).
Karena proses pembelajaran merupakan implementasi kurikulum, maka menuntut guru untuk berperan dalam mengartikulasikan (mewujudkan, menjabarkan) kurikulum bahan pelajaran dan mengembangkan program pembelajaran secara baik dan tepat. Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa (H. Malik  etheses.uin-malang.ac.id/5038/1/09110035.pdf), .Untuk itu guru harus memahami tentang tujuan dan isi kurikulum. Dalam proses pembelajaran, guru berperan sebagai:
1.         Fasilitator, yang artinya memfasilitasi dan merancang terjadinya proses pembelajaran
2.         Tranformator, yang artinya menstransfer, menyerahkan, memindahkan, mengkomunikasikan dan melatihkan: ilmu dan seni/budaya serta keterampilan.
3.         Membantu siswa mengembangkan ranah (aspek) kognisi (rasio, pikiran, gagasan, opengetahuan, sebagian fungsi belahan otak kiri)
4.         Afeksi, yang artinya emosi, perasaan, aestetis, apresiasi, sebagai fungsi belahan otak kanan.
5.         Konasi yang artinya keinginan,kehendak,motivasi,sikap.
6.         Psikomotoris,yang artinya keterampilan.
Menurut Slameto (2010) belajar  yang efektif dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujan instruksional yang akan dicapai.
Proses pembelajaran terjadi berpijak pada tujuan.sebelum melaksanakan pembelajaran,seorang guru harus mentapkan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapainya.tujuan pembelajaran akan menjadi tolak ukur atau pangkal berpijak dalam:
a.    Memilih bahan
b.    Memilih metode dan media
c.    Menentukan proses pembelajaran,dan
d.   Merumuskan alat/standar penilaian (evaluasi,ujian,ulangan).

a)        Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah pernyataan tentang hasil pembelajaran apa yang diharapkan.  Tujuan pembelajaran merupakan aspek yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran.  Sebab segala kegiatan pembelajaran muaranya pada tercapainya tujuan tersebut. Keuntungan yang diperoleh dari penuangan tujuan pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Waktu mengajar dapat dialokasikan dan dimanfaatkan secara tepat.
2.      Pokok bahasan dapat dibuat seimbang.
3.      Guru dapat menetapkan berapa banyak materi pelajaran yang dapat atau sebaiknya disajikan dalam setiap jam pelajaran.
4.      Guru dapat menetapkan urutan dan rangkaian materi pelajaran secara tepat.
5.      Guru dapat dengan mudah menetapkan dan mempersiapkan  strategi belajar mengajar yang paling cocok dan menarik.
6.      Guru dapat dengan mudah mempersiapkan berbagai keperluaan peralatan maupun bahan dalam keperluan belajar.
7.       Guru dapat dengan mudah mengukur keberhasilan siswa dalam belajar.
8.      Guru dapat menjamin siswa bahwa hasil belajarnya akan lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar tanpa tujuan yang jelas.

b)       Metode Pembelajaran
Variabel metode pembelajaran diklasifikasikan lebih lanjut menjadi tiga jenis,yaitu :
1.      Strategi Pengorganisasian (Organizational strategy)
2.      Strategi Penyampaian (Delivery Strategy)
3.      Strategi Pengelolaan (Management strategy)

1.      Strategi Pengorganisasian (Organizational strategy)
Adalah metode untuk mengorganisasi isi bidang studi yang telah dipilih untuk pembelajaran. “Mengorganisasi” mengacu pada suatu tindakan seperti pemilihan isi,penataan isis,pembuatan diagram,format dan lainnya yang setingkat dengan itu.  Strategi pengorganisasian dibedakan menjadi dua yaitu jenis,yaitu strategi mikro dan strategi makro.  Strategi mikro mengacu kepada metode untuk pengorganisasian isi pembelajaran yang berkisar pada satu konsep,atau prosedur,atau prinsip.  Strategi makro mengacu kepada metode untuk mengorganisasi isi pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu konsep,atau prosedur atau pinsip.
2.      Strategi Penyampaian (Delivery Strategy)
Strategi Penyampaian adalah metode untuk menyampaikan pembelajaran kepada siswa dan atau untuk menerima serta merespon masukan yang berasal dari siswa. Media pembelajaran merupakan bidang kajian utama dari strategi ini.  Sekurang-kurangnya ada dua fungsi dari strategi ini, yaitu :
·         menyampaikan isi pembelajaran kepada si belajar,dan
·         menyediakan informasi atau baha-bahan yang diperlukan siswa untukmenampilkan unjuk kerja.

Terdapat lima cara dalam mengklasifikasikasi media untuk mendeskripsikan strategi penyampaian :
1.        Tingkat kecermatannya dalam menggambarkan sesuatu
2.        Tingkat interaksi yang mampu ditimbulkan
3.        Tingkat kemampuan khusus yang dimilikinya
4.        Tingkat motivasi yang dapat ditimbulkannya.
5.        Tingkat biaya yang diperlukan.

3.      Strategi Pengelolaan (Management strategy)
Strategi Pengelolaan adalah metode untuk menata interaksi antara si belajar dan variable metode pembelajaran lainnya,variable strategi pengorganisasian dan penyampaian isi pembelajaran.  Strategi pembelajaran merupakan komponen variable metode yang berurusan dengan bagaimana menata interaksi antara si belajar dengan variable pembelajaran lainnya.  Strategi ini berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian mana yang digunakan selama proses pembelajaran.  Ada tiga klasifikasi penting variable strategi pengelolaan,yaitu penjadwalan pembuatan catatan kemajuan belajar siswa dan motivasi.
2.2  ASPEK-ASPEK SERTA ARAH PERKEMBANGAN
1.         Perkembangan Motorik dan Persepsi
Perkembangan motorik mengikuti prinsip “dari atas ke bawah” dan “dari pusat ke luar”. Pertumbuhan sel, struktur system syaraf dan jaringan otak membuat motorik lebih berfungsi. perilaku motorik itu berupa:
a.         Gerak reflex, yang akan menjadi berkurang pada usia 3 atau 4 tahun; tetapi reflex tertentu tetap ada sepanjang hidupnya
b.         Perilaku mengisap, merupakan kegiatan kenikmatan yang mengasyikkan maupun untuk memenuhi kebutuhan makan/minum.
c.         Menangis dan tersenyum, merupakan perilaku  emosional
d.        Emosi, sebagai sarana adaptasi (penyesuaian), dan ketahanan hidup.
Pertumbuhan fisik anak dapat dibedakan dalam :
1.         endomorfik
2.         mesomorfik
3.         ekomorfik
Pertumbuhan fisik dipengaruhi oleh:
1.         Faktor biologis : gen, kematangan, dan hormone,
2.         Faktor lingkungan : gizi, kesehatan, suasana emosional dan latihan.

2.      Perkembangan Kognitif dan Kesiapan Belajar
Istilah kognitif berasal dari kata cognition yang padanannya knowing, berarti mengetahui. dalam arti luas , cognition ( konisi) ialah perolehan , penataaan dan penggunaan dan pengetahuan. Istilah kognitif menjadi popular sebagai salah satu domain atau wilayah / wilayah ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesenjangan, dan keyakinan.  Perkembangan kognitif yang paling berpengaruh dalam pembelajaran adalah teori dari Peaget kata kunci dari teori peaget adalah skema , yaitu kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan.
Perkembangan kognitif merupakan perkembangan bila tidak mampu menyesuaikannya maka akan menjadi ketidak keseimbangan penyesuaianya itu dicapai melalui proses asimilasi dan akodomasi.  Asimilasi , adalah proses menyerap informasi baru dan menyesuaikannya kedalam struktur kognitif .  Akomodasi , adalah proses memodifikasi struktur kognitif internal, disesuaikan dengan informasi baru dan tuntutan lingkungan.
3.      Perkembangan Pribadi dan Social
Perkembangan pribadi mencangkup : Konsep diri, emosi, independensi, dan tanggung jawab. Konsep diri anak sekolah dasar masih berorientasi pada diri sendiri (egosentris); keinginan menonjolkan dirinya cukup tinggi; emosi anak sekolah dasar belom stabil; cenderung tidak toleran, agresif, kesadaran bersalah rendah, dan masih egoistic.   Bagaimanapun, anak sekolah dasar akan berkembang menjadi altruistik (peduli akan kepentingan orang lain): bersifat kooperatif, toleran, menyadari kesalahannya.
Independensi (kemandirian) dan tanggung jawab anak sekolah dasar juga masih dalam pertumbuhan awal, terkait dengan konsep diri dan emosinya. Dari segi social, anak sekolah dasar mulai senang bersama orang lain membentuk kelompok, terbuka terhadap informasi dan sadar akan identitasnya serta jenis kelaminnya. 













2.3 PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Bahan ajar dan proses pembelajaran di sekolah dasar harus bertolak dari prinsip ketercernaan,yang di sebut Developmentally Appropriate Practice (DAP). Pendekatan ini menghendaki agar bahan dan tugas di rancang dan di laksanakan sejalan dengan karakteristik (ciri-ciri dan sifat-sifat) perkembangan siswa.
1.        Hakikat dan Prinsip Pendekatan Perkembangan
Dalam proses pembelajaran, pendekatan perkembangan menekankan kesesuaian dengan perkembangan anak. Pendekatan perkembangan ini memandang :
1)      Anak sebagai Subjek,yang memiliki kecakapan mental yang terus berkembang
2)      Belajar sebagai proses kreatif.
3)      Pengetahuan hasil belajar sebagai konstribusi antara subjek dan objek,dan
4)      Mengajar adalah menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan perkembangan anak.
2.        Keragaman Individual dalam Pendekatan Perkembangan
Secara selintas pengertian Individualized Intruction yaiu pengajaran  yang memperhatikan atau berorentasi pada perbedaan-perbedaan individual anak.  Individualized Intrucksion tidaklah  berarti bahwa pengajaran harus berdasar atas jalanya satu orang guru dengan satu orang murid, akan tetapi penting, walaupun pengajaran berjalan secara bersamaan guru harus memberikan pelayanan pada setiap anak sesuai dengan perbedaan-perbedaan individual itu.  Suryosubroto mengatakan bahwa Individualized Instruction merupakan usaha melengkapi kondisi belajar yang optimum bagi setiap individu :


1.    Panduan Bagi Implementasi Pendekatan Perkembangan
Masalah penting yang sering dialami guru adalah memilih atau menentukan materi pembelajaran atau bahan mengajar yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. Hal yang menyebabkan masalah itu adalah, bahwa kenyataannya secara garis besar kurikulum atau silabus hanya ditulis dalam bentuk “ materi pokok”.  Tugas guru selanjutnya adalah menjabarkan materi pokok tersebut agar menjadi bahan ajar yang lengkap. Cara untuk memanfaatkan masalah ini adalah bagaimana cara mengajarkannnya ditinjau dari pihak guru, dan cara mempelajarinya ditinjau dari pihak murid.
2.    Dasar Perlunya Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi dan meyeimbangkan perubahan.  Perlunya perencanaan dalam pembelajaran dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perbaikan pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut :
1)        Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu di awali dengan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran.
2)        Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan system.
3)        Perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar.
4)        Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa perorangan.
5)        Pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran,dalam hal ini akan ada tujuan langsung pembelajaran, dan tujuan pengiring dari pembelajaran.



3.    Prinsip-Prinsip Umum Tentang Mengajar
Prinsip-prinsip umum yang harus menjadi pegangan guru dalam melaksanaka proses belajar mengajar adalah sebagai berikut :
1.         Mengajar harus berdasarkan pengalaman yang sudah dimilki siswa. Apa yang telah dipelajari merupakan dasar dalam mempelajari bahan yang akan diajarkan.  Oleh karena itu, tingkat kemampuan siswa sebelum proses belajar mengajar berlangsung harus diketahui guru.  Tingkat kemampuan semacam ini disebut entry behavior.  Entry behavior dapat diketahui diantaranya dengan melakukan pre test.  Hal ini sangat penting agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
2.         Pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan harus bersifat praktis. Bahan pelajaran yang bersifat praktis berhubungan dengan situasi kehidupan.  Hal ini dapat menarik minat, sekaligus dapat memotivasi belajar.
3.         Mengajar harus memperhatikan perbedaan individual setiap siswa. Ada perbedaan individual dalam kesanggupan belajar.  Setiap individu mempunyai kemampuan potensial seperti bakat dan intelegensi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.  Apa yang dapat dipelajari seseorang secara tepat, mungkin tidak dapat dilakukan oleh yang lain dengan cara yang sama.  Oleh karena itu, mengajar harus memperhatikan perbedaan tingkat kemampuan masing-masing siswa.
4.         Kesiapan (readiness) dalam belajar sangat penting dijadikan landasan dalam mengajar. Kesiapan adalah kapasitas (kemampuan potensial) baik bersifat fisik maupun mental untuk melakukan sesuatu.  Apabila siswa siap untuk melakukan proses belajar,hasil belajar akan dapat diperoleh dengan baik.  Sebaliknya bila tidak siap, tidak akan diperoleh hasil yang baik.  Oleh karena itu, pengajaran dilaksanakan kalau individu mempunyai kesiapan.
5.         Tujuan pengajaran harus diketahui siswa. Tujuan pengajaran merupakan rumusan tentang perubahan perilaku yang diperoleh setelah proses belajar mengajar.  Apabila tujuan pengajaran diketahui, siswa mempunyai motivasi untuk belajar.  Agar tujuan mudah diketahui, harus dirumuskan secara khusus.
6.         Mengajar harus mengikuti prinsip psikologi tentang belajar. Para ahli psikologi merupakan prinsip bahwa belajar itu harus bertahap dan meningkat.  Oleh karena itu, dalam mengajar haruslah mempersiapkan bahan yang bersifat gradual yaitu:
a.         Dari sederhana kepada yang kompleks (rumit)
b.         Dari konkret pada yang abstrak
c.         Dari umum (general) kepada yang kompleks
d.        Dari yang sudah diketahui (fakta) kepada yang tidak diketahui (konsep yang bersifat abstrak).


BAB III
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN
Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks.  Dimyati dan Mudjiono (2009:9) : proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar.  Proses pembelajaran merupakan implementasi (penerapan) kurikulum sebagai salah satu unsur (komponen) dari system pembelajaran (instruksional). Adapun komponen yang mencakup pembelajaran sebagai system : input (guru, siswa, materi, metode dan media), proses pembelajaran, dan output (keluaran).
Tujuan pembelajaran adalah pernyataan tentang hasil pembelajaran apa yang diharapkan.  Tujuan pembelajaran merupakan aspek yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran.  Sebab segala kegiatan pembelajaran muaranya pada tercapainya tujuan tersebut.
Ada beberapa variabel metode pembelajaran diklasifikasikan lebih lanjut menjadi tiga jenis, yaitu : Strategi Pengorganisasian, Strategi Penyampaian, Strategi Pengelolaan.
Aspek-aspek pembelajaran ke arah perkembangan :
1.         Perkembangan motorik dan persepsi
2.         Perkembangan kognitif dan kesiapan belajar
3.         Perkembangan pribadi dan sosial
Bahan ajar dan proses pembelajaran di sekolah dasar harus bertolak dari prinsip ketercernaan yang disebut Developmentally Appropriate Practice (DAP). Pendekatan ini menghendaki agar bahan dan tugas dirancang dan di laksanakan sejalan dengan karakteristik (ciri-ciri dan sifat-sifat) perkembangan siswa.




3.2  SARAN
Demikianlah dalam hal ini penyusun akhiri makalah ini tak lupa mohon maaf kepada semua pihak, kritik dan saran penyusun harapkan demi perbaikan penulisan makalah ini selanjutnya.
                                         








LAMPIRAN

1.jpg
3.jpg4.JPG


2.jpg













DAFTAR PUSTAKA

B.Uno, Hamzah.2010.Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
Trimo. 2009. Landasan Pendidikan. Semarang: IKIP PGRI SEMARANG PRESS
Hamalik, Oemar. 2001.Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
http://www.academia.edu/11235604/Dasar Dasar_Pembelajaran_di_Sekolah#
https://www.google.com/searchprosespembelajaran+sd&oq=proses+pembelajar
https://www.google.com/search?proses+pembelajaran&oq=proses+&gs_l=psy
https://www.google.com/search?Pembelajaran+di+sekolah+dasar&client


 SHARING IS GOOD

Komentar